Senin, 11 Januari 2016

Mapaba 2015 in Mojokerto



Tepat pada tanggal 22 Oktober 2015, hari kamis siang sekitar jam 2 selesai MK (mata kuliah), saya dan sahabat-sahabati bergegas berangkat dari asrama ke Plaza Unipdu untuk mengikuti “MAPABA”

 (in plaza)

Apa sih itu Mapaba?  Mapaba adalah gerbang untuk masuk ke PMII, mau tau jelasnya ? penasaran ? ayo kita sama-sama berproses diPMII . hehe

Lanjut ya setelah kita semua sudah berada diplaza, kita semua diarahkan untuk menuju ke rs.unipdu nah disitulah kita menunggu transportnya, mau tau transportnya apa dari jombang ke mojokerto(tempat mapaba kita)
Ini dia


(diunggah dari image pribadi)

Terlihat gedung-gedung pencakar langit menjulang tinggi. Gagah berdiri seakan menjadi penyangga langit yang memayungi bumi jombang ini. Hamparan aspal sekeras batu padas dari Rs.Unipdu_Medika seakan menunjukkan kekuatan hati, tiada wajah bermalas-malasan yang kutemui ditruk ini. Kurang lebih 30 menit perjalanan jombang-mojokerto, sesampainya disana kita akan melaksanakan kegiatan (dibawah ini) selama kurang dari 4hari
Dengan RUN DOWN ACARA
HARI/TANGGAL
PUKUL
ACARA
KETERANGAN
PENANGGUNG JAWAB












KAMIS, 22 OKTOBER 2015
14:30 – 16:00
Pemberangkatan peserta

Sie.Humas
16:00 – 17:30
Bersih diri, sholat ashar

Sie. Acara
17:30 – 18:30
Sholat maghrib

Sie. Acara
18:30 – 19:00
Makan

Sie. Konsumsi
19:00 – 20:00
Sholat isya’

Sie. Acara






20:00 – 21:30
Pembukaan
-Menyanyikan lagu Indonesia raya dan mars PMII
-Pembacaan kalam ilahi
-Sambuatn ketua panitia
-Sambutan ketua “umar tamim” unipdu
-Sambutan ketua PC PMII jombang
-Do’a


-         Vivin oktaviani

-         Jazilatul hikmiyah
-         Abdul munir

-         Ircham ali

-         Maftuchil chija
-         Lutfi riyadi
21:30 – 23:00
Materi I : Mahasiswa dan tanggung jawab social
Pemateri:
Fathur Roz

23:00 – 03:00
Istirahat

All










JUM’AT, 23 OKTOBER 2015
03:00 – 04:30
Sholat tahajjud dan subuh berjama’ah

Sie. Acara
04:30 – 07:00
Bersih diri dan senam pagi

Sie. Konsumsi
07:00 – 08:30
Materi II : (ke-PMII-an)
Pemateri:
Aziz Dwi Prasetyo
Sie. Acara
08:30 – 10:00
Materi III : Nilai dasar pergerakan (NDP)
Pemateri:
Hanan Hanafi
Sie. Acara
10:00 – 10:30
Materi IV: Kelembagaan kopri
Pemateri:
Zeni Faridah
Sie. Acara
11:30 – 13:00
Ishoma

Sie. Konsumsi
13:00 – 14:30
Materi V : Islam nusantara
Pemateri:
Aris Suyanto
Sie. Acara
14:30 – 15:00
Ice breaking

Sie. Acara
15:00 – 16:30
Materi VI : Sejarah bangsa indonesia
Pemateri:
Yohan Eko Prasetyo
Sie. Acara
16:30 – 19:00
Ishoma

Sie. Konsumsi
19:00 – 21:00
Materi VII : antropologi kampus
Pemateri:
Lutfi Riyadi
Sie. Acara
21:00 – 23:00
Materi VIII : Sejarah PMII Lokal
Pemateri: Ircham Ali
Sie. Acara
23:00 – 03:00
Istirahat

All








SABTU, 24 OKTOBER 2015
03:00 – 04:30
Sholat tahajjud dan subuh berjama’ah

Sie. Acara
04:30 – 07:00
Kerja bakti dan bersih diri

Sie. Konsumsi
07:00 – 08:00
Ice breaking

Sie. Acara
08:00 – 09:30
Materi IX : Kajian disiplin ilmu (fakultatis) dan review materi
Ketua Rayon

09:30 – 10:30
Diskusi kelompok

Sie. Acara
10:30 – 11:30
Debat antar kelompok

Sie. Acara
11:30 – 13:00
Ishoma

Sie. Konsumsi
13:00 – 14:30
General review

Sie. Acara
14:30 – 16:30
Pensi

Sie. Acara
16:30 – 19:30
Ishoma

Sie. Konsumsi
19:30 – 21:00
Persiapan pembaiatan

Sie. Acara
21:00 – SELESAI
Pembaiatan dan penutupan

Sie. Acara
(ini saya copas dari surat izin untuk asrama,hehe)

Dikolom 2 urutan terakhir ada pukul 21:00 – selesai, mau tau selesainya jam berapa ? jam 04:00 subuh pada hari Ahad, 24 Oktober 2015, wow banget sumpah ngantuknya masyaallah ditengah mataku yang sungguh lelah, badan sudah kerasa remuk semua, lanjut sekitar jam 04:20 kita semua sholat subuh berjama’ah dan jam 05:30 balik kejombang.

Ada rasa haru, capek, senang, dll (campur aduk , seperti rasa nano-nano) .
Sungguh pengalaman yang tidak bisa disampaikan oleh kata-kata, semoga bisa menjadi pengalaman/pelajaran berharga untuk peserta mapaba 2015 . Amiin

Dengan tangan terkepal dan maju kedepan,
Tetap dengan tangan terkepal hajar rasa malas,
SALAM PERGERAKAN !!!

Seputar novel yang pernah saya baca



Assalamu’alaikum…

Bagaimana kabar saudara – saudariku , sahabat – sahabati ku?

Semoga selalu didalam lindungannya … Aaminn

Tentang novel yang pernah saya baca ‘Aku Harus Jadi Malaikat’ karya Zakiyah D. Aziz

Tepatnya novel ini saya pinjem diperpustakaan Unipdu , pada tanggal 26 Desember 2015 dan harus dikembalikan tanggal 31 Desember 2015, maklum saya belum punya cukup uang untuk membelinya jadi ya pinjem sajalah hehe… saya membaca novel ini sehabis pulang dari perpus dan besok paginya Alhamdulillah selesai. Saya lebih senang baca novel / buku lainnya yang menarik dari pada pegang hp/ngotak-ngatik hp sehari semalam mending baca novel saja (maklum efek jomblo, hehe tapi Alhamdulillah dengan ini saya bisa banyak membaca dari pada galau – galauan karena pacaran )

Kata orang bahwa bacaan sangat mempengaruhi otak kita, buku ini menjadi inspirasi .
Dari cerita yang ada dinovel tersebut , saya ceritakan singkat saja ya

Seorang laki – laki yang hanya memiliki satu kaki yang terkenal dengan orang yang gampang emosi, mudah mengeluh dan pesimistis, bukan tipe orang yang suka diperintah. waktunya selama ini lebih dihabiskan untuk bermain ketimbang belajar atau bekerja. melakukan hal – hal yang menyenangkan bersama teman – temannya adalah hal yang paling disukainya. masuk universitas hanya untuk menaikkan gengsi agar terlihat lebih gaya. Ibunya selalu mengala dan tidak banyak kata jika dia sudah punya keinginan. terlebih dia adalah anak kampung yang baru merasakan euphoria kota metropolitan. hidupnya hanya untuk bersenang – senang. namun tidak saat tetanus mulai menggerogoti kakinya.

Dia selalu rindu pada masa lalunya. dia terlahir sempurna, lengkap dengan dua mata, dua telinga, dua tangan dan dua kaki. Sebagai anak pertama sepasang pengantin baru yang menikah satu setengah tahun sebelum kelahirannya, tentunya dia sangat didambakan. orang tuanya menamainya Adi Nugroho, bayi montok nan gagah lahir ditengah – tengah cinta yang sederhana. Disebuah kampong di pesisir laut jawa tepatnya daerah demak dia dilahirkan. kasih sayang pun dia terima dengan sangat cukup dari kedua orang tua dan kakek neneknya, karena kondisi ekonomi orang tuanya merantau ke Jakarta dengan berbekal ijazah SMP dan diterima sebagai buruh pabrik elektronika di Jakarta .

Dari umur 3 tahun hingga SMA dia diasuh oleh kakek dan neneknya , karena kasih sayang mereka berlebihan, dia tumbuh menjadi anak yang manja dan cengeng. Tidak mandiri dan mudah mengeluh. Apalagi diwilayah pesisir ( tempat tinggalnya ) bukanlah hidup yang baik untuk pertumbuhan jiwanya. jauh dari nilai-nilai religi, masyarakatnya pun terkenal terbawa arus hedon tradisional. Apa yang disebut orang Jawa sebagai ma lima : madat, maling, main, mabuk, dan madon adalah hal biasa. Pendidikan bukanlah hal yang prioritas, mengumpulkan harta kekayaan dan saling pamer seakan sudah menjadi sebuah tradisi. Selepas SMA, bapaknya meminta dia hijrah ke Jakarta dan kuliah disana. Dia masuk ke sebuah universitas swasta, dia mempunyai dua adik yang pertama bernama wahyu dan kedua bernama ningsih. 

Dan ternyata setelah dia berhijrah, jiwanya belum siap untuk tinggal dikota metropolitan. Dia masih rapuh untuk menghadapi deru pergelutan kota besar, yang bisa menenggelamkan fitrah manusia. Semester pertama dia lalui dengan hura – hura. Tidak peduli bahwa dia hanya anak seorang karyawan yang harus hidup sederhana karena membiayai tiga anaknya. Saat dia dan teman-temannya menonton konser music di Ancol, sebuah kecelakaan kecil terjadi. Karena banyaknya penonton hingga berdesak-desakan, sandal yang dipakai pun terlepas. Dan saking asyiknya mengikuti deru irama music yang menghentak dia pun tak memperhatikan tanah diinjak dan ternyata ada pecahan botol dari bahan beling. Darah pun seketika mengalir dari telapak kakinya. Namun dia pikir itu adalah luka biasa yang tidak berbahaya. Itulah awal dari peristiwa tragis yang saat ini dia alami. Luka yang dia acuhkan lama-kelamaan membengkak, kakinya terinfeksi. Dan dia tidak mengira luka itu menjalar dan kakinya pun seakan membusuk. Ternyata dia terkena tetanus. Dari situlah saran dokter agar kakinya segera diamputasi, kalau tidak penyakitnya akan menjalar keseluruh tubuh dan bisa menyebabkan kematian .

Itulah awal dari novel ini,, lalu kok bisa judul novel ini ‘’aku harus jadi malaikat’’ ? bagaimana kelanjutannya ?
Nah, silahkan baca Novel ini ;) hehe


Semoga Terinspirasi …
Bila Anda mengubah pikiran Anda
Anda mengubah keyakinan diri Anda
Bila Anda mengubah keyakinan diri Anda
Anda mengubah harapan – harapan Anda
Bila Anda mengubah harapan – harapan Anda
Anda mengubah sikap Anda
Bila Anda mengubah sikap Anda
Anda mengubah tingkah laku Anda
Bila Anda mengubah tingkah laku Anda
Anda mengubah kinerja Anda
Bila Anda mengubah kinerja Anda
Anda mengubah nasib Anda
Bila Anda mengubah nasib Anda
Anda mengubah hidup Anda
(Jalaluddin Rumi)
Wa’alaikum Salam…